PWA Kalteng dan PDA Kapuas Tekankan 4 Tujuan Utama Baitul Arqom

SHARE

KAPUAS – Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Kalimantan Tengah bersama Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kapuas secara sinergis menekankan arti penting penanaman ideologi organisasi. Hal ini mengemuka dalam pembukaan Baitul Arqam 'Aisyiyah se-Kabupaten Kapuas tahun 2026 yang digelar di Laboratorium SMP Muhammadiyah Kapuas, Ahad (21/6/2026).
Kegiatan perkaderan yang mengusung tema "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian" ini menjadi momentum strategis dalam mencetak kader perempuan Islam yang berkemajuan, sekaligus merefleksikan gerakan 'Aisyiyah yang kini telah menginjak usia 109 tahun.

Ketua PDA Kabupaten Kapuas, Ibu Hj. Hadiah Herawati, S.Pd.I., dalam pidato sambutannya menegaskan posisi 'Aisyiyah sebagai organisasi otonom (ortonom) Muhammadiyah. Di usia abad kedua ini, gerakan dan program 'Aisyiyah harus senantiasa berjalan beriringan dan harmonis dengan Muhammadiyah.
Menurut Ibu Hadiah, Baitul Arqam merupakan tonggak utama dalam sistem perkaderan formal organisasi. Pelatihan intensif ini dirancang khusus dengan target yang jelas bagi masa depan gerakan perempuan.
"Tujuan Baitul Arqam ini adalah untuk membina, memperkuat pemahaman ideologi Islam, dan meningkatkan kualitas kepemimpinan para kader kita. Melalui forum ini, kita ingin menyamakan visi-misi serta memperkokoh komitmen keorganisasian dalam mewujudkan perempuan Islam yang berkemajuan," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWA Kalimantan Tengah, Ibu Kaminem, S.Pd., saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, mengajak seluruh lapis pimpinan melakukan muhasabah. Di usia ke-109 tahun ini, ia mengingatkan agar seluruh anggota dari tingkat Pusat, Wilayah, Daerah, Cabang, hingga Ranting melakukan refleksi diri agar organisasi menjadi jauh lebih solid.

Secara khusus, PWA Kalteng merumuskan 4 Tujuan Utama yang wajib dicapai melalui pelaksanaan Baitul Arqam 'Aisyiyah ini:
1. Penguatan Ideologi: Menanamkan kembali akar nilai-nilai perjuangan Islam dan Kemuhammadiyahan.
2. Kesatuan Visi & Sikap: Menyamakan persepsi dan langkah gerakan di semua lini organisasi.
3. Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan: Mengasah kemampuan manajerial dan kepemimpinan para kader perempuan.
4. Agilitas Organisasi: Membentuk organisasi yang lincah, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Menutup amanatnya, Ibu Kaminem membakar semangat para peserta dengan mengutip kembali pesan historis dari pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan, tentang totalitas dalam berjuang.
"Menjalankan dan mengurus 'Aisyiyah harus dilakukan dengan bersungguh-sungguh hati dan tetap tegak pendiriannya, jangan was-was. Mengurus 'Aisyiyah dan mengurus amal usaha itu harus fokus, tidak boleh setengah-setengah, apalagi ragu-ragu," pungkasnya di hadapan para kader.

Melalui penekanan ideologis yang kuat dari jajaran pimpinan ini, Baitul Arqam se-Kabupaten Kapuas diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan madrasah yang melahirkan penggerak dakwah kemanusiaan yang kokoh dan penuh totalitas.