Kunjungan PW Aisyiyah Kalimantan Tengah ke PKBM Aisyiyah Tirta Pertiwi: Dorong Inovasi Pendidikan

SHARE

PKBM Aisyiyah Tirta Pertiwi yang berlokasi di Desa Kanamit Barat, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, menerima kunjungan istimewa dari rombongan Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Kalimantan Tengah yang hadir dari Kota Palangka Raya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian semarak Milad ke-109 Aisyiyah sekaligus bentuk pembinaan dan penguatan lembaga pendidikan nonformal. Hadir dalam rombongan tersebut Prof. Hamdanah, Ibu Sri Winarsih selaku Ketua Majelis PAUD Dasmen PW Aisyiyah Kalimantan Tengah, serta jajaran lainnya.

Rombongan disambut hangat oleh Ketua PKBM Aisyiyah Tirta Pertiwi, Ibu Anita bersama tim, Ketua PD Aisyiyah Pulang Pisau beserta jajaran, serta perwakilan PCM Pandih Batu dan PCM Maliku.

Dalam sambutannya, Ketua PKBM menyampaikan bahwa lembaga ini melayani peserta didik dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang telah bekerja dan berusia dewasa. Tantangan jarak dan waktu dijawab melalui inovasi pembelajaran berupa kelas online serta pendampingan khusus untuk menghadapi ujian berbasis daring.

Adapun jumlah peserta didik saat ini meliputi:

* TK: 60 siswa
* KB: 40 siswa
* peserta didik PKBM 56 orang

Apresiasi disampaikan oleh Ketua PD Aisyiyah Pulang Pisau, Bunda Suparni, yang menegaskan bahwa PKBM ini telah terdaftar resmi di Dinas Pendidikan, memiliki NPSN, menerima dana BOS, serta telah meraih akreditasi B.

Dalam sambutan PW Aisyiyah yang disampaikan oleh Prof. Hamdanah, disampaikan rasa bangga atas perkembangan PKBM yang terus menunjukkan kemajuan. Ketua Majelis PAUD Dasmen PW Aisyiyah, Ibu Sri Winarsih, bahkan menyebut PKBM Aisyiyah Tirta Pertiwi layak menjadi percontohan di Kalimantan Tengah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu oleh Ibu Sri Winarsih. Diskusi ini menghasilkan sejumlah gagasan strategis untuk pengembangan PKBM ke depan. Layanan pendidikan kesetaraan diharapkan tidak hanya berhenti pada program Paket, tetapi juga dapat dikembangkan ke arah layanan keterampilan seperti kewirausahaan dan kursus bahasa yang sesuai dengan potensi daerah, termasuk penguatan produk unggulan lokal.

Selain itu, PKBM juga diharapkan dapat berkontribusi lebih luas dengan membantu pemenuhan jam mengajar bagi guru dari sekolah lain yang membutuhkan tambahan jam mengajar. Hal ini menjadi peluang kolaborasi antar lembaga pendidikan.

Menariknya, PKBM Aisyiyah Tirta Pertiwi juga dinilai sebagai lembaga pendidikan unggulan yang tidak membebani biaya kepada peserta didik karena telah didukung oleh dana BOS, sehingga membuka akses pendidikan yang lebih luas dan inklusif bagi masyarakat.

Terkait sarana dan prasarana, meskipun saat ini kegiatan masih menumpang di fasilitas TK, PW Aisyiyah menyatakan kesiapan untuk mendampingi pengajuan pembangunan ruang belajar melalui proposal, dengan syarat ketersediaan lahan. Bahkan, pengembangan TK juga didorong untuk terus dilakukan seiring meningkatnya jumlah peserta didik.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ibu Nurul HK yang berperan dalam pendokumentasian serta penulisan sejarah perjalanan Aisyiyah Kalimantan Tengah. 

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan inovasi pendidikan nonformal yang inklusif, adaptif, dan berkemajuan di Kalimantan Tengah