Pengajian Rutin PWA Kalteng dan Serah Terima Alih Tugas Kegiatan Penyelenggaraan Jenazah
Palangka Raya, 3 Agustus 2025 — Dalam suasana penuh hikmat dan kebersamaan, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Tengah kembali menggelar pengajian rutinnya pada hari Ahad, 3 Agustus 2025, bertempat di Masjid Darul Aqram PW Muhammadiyah Palangka Raya. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan, anggota majelis, serta para ibu-ibu ‘Aisyiyah.
Pengajian kali ini mengangkat kajian tafsir Al-Qur’an, tepatnya pada Surat Al-Baqarah ayat 228 hingga 231. Dengan pemateri dari Majelis Tabligh dan Ketarjihan, pembahasan menyoroti nilai-nilai keadilan dan kebijaksanaan dalam relasi suami istri, khususnya dalam konteks masa iddah, perceraian, dan perlakuan yang baik terhadap perempuan.
Pemateri menekankan pentingnya memahami ayat-ayat tersebut dalam bingkai keilmuan dan kehidupan berkeluarga yang islami.
“Ayat-ayat ini tidak hanya berbicara tentang aturan hukum, tetapi juga menanamkan nilai kasih sayang, kesabaran, dan tanggung jawab sosial,” ungkapnya.Para peserta pengajian tampak antusias dan aktif berdiskusi, menjadikan suasana kajian begitu hidup dan bermakna.
Setelah kajian, acara dilanjutkan dengan serah terima kegiatan penyelenggaraan jenazah dari Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) kepada Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) PWA Kalimantan Tengah. Proses serah terima dilakukan secara simbolis oleh Ketua MKS kepada Ketua MTK, disaksikan langsung oleh Ketua PWA Kalteng beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Ketua MKS menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan selama ini. “Kami berharap amanah yang telah kami laksanakan ini dapat diteruskan dan ditingkatkan oleh majelis yang baru, dengan semangat dakwah dan profesionalisme yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan menerima amanah tersebut dengan penuh kesungguhan. “Kami siap melanjutkan tugas ini, insyaAllah dengan pendekatan yang berbasis syariah dan pelayanan yang optimal kepada umat. Kegiatan penyelenggaraan jenazah adalah bagian penting dari dakwah bil hal, dan kami akan menjadikannya sebagai ladang amal dan dakwah,” tuturnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, diiringi suasana hangat dan penuh ukhuwah. Momentum ini tidak hanya memperkuat nilai spiritual para peserta, tetapi juga menjadi momen transisi penting dalam perbaikan tata kelola organisasi ‘Aisyiyah ke depan.